Relevansi Kaidah Al-A’dah Muhakkamah Pernikahan dalam Islam Pada Tradisi Rompak Page di Kabupaten Lima Puluh Kota
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.33Kata Kunci:
al-a’dah al-muhakkamah, rompak page, hukum pernikahan, masyarakat adatAbstrak
Salah satu ciri khas komunitas adat luhak Limo Puluh Kota di Sumatera Bagian Barat, Indonesia, adalah rompak page. Kebiasaan adat ini melibatkan pernikahan pasangan yang berasal dari daerah yang berbeda atau jauh dari nagari mempelai perempuan. Laki-laki harus memberikan keluarga perempuan sejumlah uang atau emas sebagai tanda penghormatan dan pengakuan terhadap calon mempelai perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang pandangan al-'adah muhakkamah (hukum yang jelas) tentang tradisi rompak page dalam konteks kehidupan komunitas adat di luhak Limo Puluh Koto. Prinsip hukum Islam ini menyatakan bahwa jika suatu kebiasaan atau perbuatan tidak bertentangan dengan hukum Islam dan dianggap jelas dan sah, maka kebiasaan tersebut boleh dilestarikan. Dalam kajian ini, peneliti melakukan analisis terhadap pandangan para ulama dan sarjana Islam tentang tradisi rompak page dalam konteks al- 'adah muhakkamah. Dalam analisis ini, diteliti apakah tradisi rompak page sudah sesuai dengan ajaran Islam atau ada aspek yang perlu disesuaikan dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Kajian ini memiliki relevansi dan signifikansi dalam memahami kesesuaian tradisi rompak page dengan ajaran Islam di luhak Lima Puluh Kota.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAbbas, A. F. (2007). Konsepsi Dasar Adat Minangkabau. Kuliah Kerja Sosial Keluarga Mahasiswa Minang Korkom UIN Syarif Hidayatullah Di VII Koto Talago.
Abbas, A. F. (2010). Metode Penelitian, cet. I. Jakarta: Adelina Bersaudara.
Abbas, A. F. (2015). Faham Agama Dalam Muhammadiyah. Jakarta: UHAMKA Press.
Abbas, A. F., & Afifi, A. A. (2022). Sumatera Thawalib dan Ide Pembaharuan Islam di Minangkabau. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 3, 35–45. DOI: https://doi.org/10.58764/j.im.2022.3.26
Afifi, A. A. (2021). Understanding True Religion as Ethical Knowledge. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 2, 1–5. DOI: https://doi.org/10.58764/j.im.2021.2.7
Afifi, A. A. (2023). Panduan Penulisan Laporan Ilmiah untuk Publikasi. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 1–11. DOI: https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.29
Afifi, A. A., & Abbas, A. F. (2019). Future Challenge of Knowledge Transfer in Shariah Compliance Business Institutions. International Colloquium on Research Innovations & Social Entrepreneurship (Ic-RISE) 2019. DOI: https://doi.org/10.58764/conf.icrise2019.4
Afifi, A. A., & Abbas, A. F. (2023). Worldview Islam dalam Aktualisasi Moderasi Beragama yang Berkemajuan di Era Disrupsi Digital. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 23–34. DOI: https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.31
Al-Attas, M. N. (1996). The Worldview of Islam: An Outline?: Opening Address [at the Inaugural Symposium on Islam and the Challege of Modernity: Historical and Contemporary Contexts, 1994, Kuala Lumpur, 1994]. International Institute of Islamic Thought and Civilization.
Al-Zuhayli, W. (1986). Usul Al-Fiqh Al-Islami Volume 2. Beirut: Dar al-Fikr.
Arifin, B., & Abbas, A. F. (2007). Masa Lampau Yang Belum Selesai: Percikan Pikiran Tentang Hukum & Pelaksanaan Hukum. Jakarta: O.C. Kaligis & Associates.
Azmi, U. U. (2012). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Pisuka Pada Perkawinan Adat Warga Muslim Suku Sasak Di Kelurahan Ampenan Tengah Lombok Barat. UIN Sunan Kalijaga.
BPS. (2015). Payakumbuh Dalam Angka. Payakumbuh: BPS Kota Payakumbuh.
Chuzaifah, Y. (2002). Dekonstruksi Makna Kuasa dalam Matriarchy. Studia Islamika, 9(2). DOI: https://doi.org/10.15408/sdi.v9i2.670
Eliza, M. (2009). Pelanggaran Terhadap UU Perkawinan dan Akibat Hukumnya. Ciputat: Adelina Bersaudara.
Evers, H. D. (1975). Changing Patterns of Minangkabau Urban Land- Ownership. In Bijdragen tot de Taal (Vol. 131). DOI: https://doi.org/10.1163/22134379-90002682
Hadler, J., & Berlian, S. (2010). Sengketa Tiada Putus: Matriarkat, Reformisme Agama, dan Kolonialisme di Minangkabau. Jakarta: Freedom Institute.
Hamka. (1984). Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: Panjimas.
Haq, H. (2017). Kaidah “Al-’Adah Muhakkamah” dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Jawa. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 5(2). https://doi.org/10.21274/ahkam.2017.5.2.295-320 DOI: https://doi.org/10.21274/ahkam.2017.5.2.295-320
Hasyim, M. (2021). Nilai dan Makna Adat dan Agama Islam dalam Tradisi Rompak Page di Luhak Limapuluh Kota. Universitas Andalas.
Ibn Qayyim al-Jawziy. (1998). I’lam al-Muwaqi’in. Kairo: Dar al-‘Urubah.
Ilman, M. (2016). Tradisi Pembayaran Uang Pelangkah dalam Perkawinan (Studi Kasus di Desa Legok, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Iqbal, M. (2012). Tinjauan Hukum Islam Tentang Uang Panaik (Uang Belanja) Dalam Perkawinan Adat Suku Bugis Makassar Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kahn, J. S. (1976). Tradition, Matriliny and Change among the Minangkabau of Indonesia. Bijdragen Tot de Taal, 132. DOI: https://doi.org/10.1163/22134379-90002655
Liesmana, R. (2005). Peran perempuan dalam formulasi kebijakan pada Pemerintahan Nagari: Dinamika Budaya Matrilineal di Nagari Mungo Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Universitas Gadjah Mada.
Maimun, A. (2017). Memperkuat ’Urf dalam Pengembangan Hukum Islam. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 12(1), 22–41. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v12i1.1188 DOI: https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v12i1.1188
Nur, S. S., & Saleng, A. (2013). Aspek Sosioyuridis Lahan Budidaya Rumput Laut Sebagai Mahar Perkawinan di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Prosiding Akuakultur Indonesia.
Nuriz, U. C., Sukirno, & Ananingsih, S. W. (2017). Penerapan Hukum Adat Minangkabau dalam Pembagian Warisan atas Tanah. Diponegoro Law Journal, 6(1), 4–5.
Pardosi, J. (2008). Makna Simbolik Umpasa, Sinamot dan Ulos Pada Adat Perkawinan Batak Toba. Logat Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, IV(2).
Salma, S., & Burhanuddin, B. (2018). Kajian ‘Urf pada Tradisi Rompak Paga Di Luhak Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 12(2), 315. https://doi.org/10.19105/al-ihkam.v12i2.1458 DOI: https://doi.org/10.19105/al-ihkam.v12i2.1458
Sugianto, B. (2011). Kualitas dan Kuantitas Mahar dalam Perkawinan (Kasus Wanita yang Menyerahkan Diri kepada Nabi SAW. Asy-Syir’ah Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 45(II). DOI: https://doi.org/10.14421/ajish.v45i2.19
Syarifuddin, A. (1984). Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dalam Lingkungan adat Minangkabau. Jakarta: Gunung Agung.
Tanner, N. M. (1982). The Nuclear Family in Minangkabau Matriliny: The Mirror of Disputes. Bijdragen Tot de Taal, 138(1). DOI: https://doi.org/10.1163/22134379-90003484
Wekke, I. S. (2012). Islam dan Adat dalam Pernikahan Warga Bugis di Papua Barat. Thaqafiyyat, 13(2).
Yelepele, & Hefni, M. (2012). Perkawinan Adat Muslim Suku Dani di Papua. Al-Ihkam, 7(1). DOI: https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v7i1.317
Unduhan
-
PDF
views: 614
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2023 Donna Ramadhan Fitri, Ferdi Yufriadi, Mona Eliza


