Pengaruh Nasionalisme Soekarno Terhadap Ketatanegaraan dan Politik Islam di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.prwkl.2023.1.39Kata Kunci:
Soekarno, nasionalisme, tata negara, fikih siyasah, politik IslamAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nasionalisme sekuler yang dimiliki oleh Soekarno dalam proses pembentukan negara Indonesia. Soekarno, sebagai salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama, memiliki peran kunci dalam membentuk identitas nasional dan arah politik negara baru. Tulisan ini menggambarkan bagaimana pandangan sekuler Soekarno mempengaruhi perjuangan kemerdekaan dan pembentukan negara Indonesia serta bagaimana visi nasionalisme sekuler tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan dan program pemerintahannya. Dalam tulisannya, Soekarno menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar ideologi negara yang inklusif dan mencerminkan semangat nasionalisme sekuler. Visi Soekarno tentang nasionalisme sekuler ini juga tercermin dalam upayanya untuk memajukan persamaan sosial dan ekonomi di antara rakyat Indonesia serta mempromosikan kemandirian bangsa melalui industrialisasi dan nasionalisasi aset-aset vital. Namun, tulisan ini juga menyoroti kontroversi dan kritik yang dihadapi Soekarno terkait pendekatannya yang cenderung otoriter dalam menghadapi oposisi politik dan perlawanan dari kelompok-kelompok keagamaan tertentu. Pada akhir masa pemerintahannya, pandangan nasionalisme sekuler Soekarno mulai mendapat tantangan dari berbagai kelompok yang lebih menekankan identitas agama dalam wacana politik. Secara keseluruhan, tulisan ini menyajikan gambaran yang komprehensif tentang pengaruh nasionalisme sekuler Soekarno dalam pembentukan negara Indonesia. Meskipun beberapa aspek pendekatan politiknya kontroversial, warisan nasionalisme sekuler Soekarno tetap menjadi bagian penting dari identitas nasional Indonesia dan relevan dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.
Referensi
» click to expand references listAbbas, A. F. (1981). Fikih Dan Perubahan Sosial: Sebuah Studi Tentang Urgensi Pembaharuan Fikih Islam. IAIN Syarif Hidayatullah.
Abbas, A. F. (2010). Metode Penelitian, cet. I. Jakarta: Adelina Bersaudara.
Abbas, A. F. (2020). Sumatera Thawalib. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 1, 13–20.
Abbas, A. F., & Afifi, A. A. (2022). Sumatera Thawalib dan Ide Pembaharuan Islam di Minangkabau. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 3, 35–45.
Afifi, A. A. (2021). Understanding True Religion as Ethical Knowledge. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 2, 1–5.
Afifi, A. A. (2023). Panduan Penulisan Laporan Ilmiah untuk Publikasi. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 1–11.
Afifi, A. A., & Abbas, A. F. (2020). Periode Perkembangan Darulfunun El-Abbasiyah 1854-2020. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 1, 1–12.
Afifi, A. A., & Abbas, A. F. (2023a). Islam, Wacana Negara dan Geliat Politik di Indonesia. Perwakilan: Journal of Good Governance, Diplomacy, Perlembagaan Adat and Social Networks, 1, 1–27.
Afifi, A. A., & Abbas, A. F. (2023b). Worldview Islam dalam Aktualisasi Moderasi Beragama yang Berkemajuan di Era Disrupsi Digital. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 23–34.
Arifin, B., & Abbas, A. F. (2007). Masa Lampau Yang Belum Selesai: Percikan Pikiran Tentang Hukum & Pelaksanaan Hukum. Jakarta: O.C. Kaligis & Associates.
Azra, A. (2004). Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII & XVIII?: Akar Pembaruan Islam Indonesia. Kencana.
Dault, A. (2005). Islam dan Nasionalisme. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Fahrudin, A. (2020). Nasionalisme Soekarno dan Konsep Kebangsaan Mufassir Jawa. Jakarta: Litbangdiklat Press.
Fitri, D. R., Afifi, A. A., & Abbas, A. F. (2022). Pemikiran Neo-modernisme dalam Hubungan Agama dan Negara di Indonesia?: Studi Komparatif Pemikiran Nurcholish Madjid Dan Abdurrahman Wahid. 3, 1–9.
Handayani, S. A. (2019). Nasionalisme Dalam Perubahan Di Indonesia: Adaptasi atau Transplantasi. Historia, 1(2), 154–170.
Hasyim, A. W., & Haryono, P. (2019). Jamiat Kheir dan Al-Irsyad: Kajian Komunitas Arab dalam Modernisasi Pendidikan Islam Awal Abad XX di Jakarta. Buletin Al-Turas, 25(2), 163–176. https://doi.org/10.15408/bat.v25i2.12798
Ibn Khaldun. (2015). The Muqaddimah (N. J. Dawood, Ed.). Princeton University Press.
Ilmi, N. (2020). Relasi Islam Dan Politik Era Pemerintahan SBY (Studi Terhadap Produk Perundang-Undangan Bernuansa Syariah Periode 2004-2014). UIN Sumatera Utara.
Jumanda, A., Yufriadi, F., Ramadhan Fitri, D., & Refliandi, I. (2023). Partisipasi Masyarakat Pada Pemilihan Umum Tahun 2019-2024 Menurut Tinjauan Fikih Siyasah (Studi Kasus Di Nagari Tiku Selatan Kabupaten Agam). AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4(2023), 35–44. https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.32
Kohns, H. (1984). Nasionalisme Arti dan Sejarahnya. Jakarta: Erlangga.
Kurniawan, D., & Afifi, A. A. (2023). Penguatan Moderasi Beragama Sebagai Solusi Menyikapi Politik Identitas. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 13–21.
Kusman, A. P., Hartono, R., Anderson, B., Setiawan, B., Mastono, & Lane, M. (2016). Sukarno, Marxisme Dan Bahaya Pemfosilan. IndoProgress.
Munir, A., Nasution, A., Siregar, A. A., Julia, A., Karni, A., Hadisanjaya, … Na’imah, Z. (2020). Literasi Moderasi Beragama di Indonesia (Sirajuddin, Ed.). Bengkulu: Zigie Utama.
Noer, D. (2012). Mohammad Hatta: Hati Nurani Bangsa. Jakarta: Kompas.
Nur, D. (1987). Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965. Jakarta: Grafiti Press.
Nurdin, A., & Abbas, A. F. (2012). Sejarah Pemikiran Islam. Jakarta: Amzah.
Oktavia, Y., Afifi, A. A., Eliza, M., & Abbas, A. F. (2023). Pengembangan TDR-IM Sistem Informasi Manajemen Keuangan Siswa di Pondok Pesantren: Integrasi, Simplifikasi dan Digitalisasi. Journal of Regional …, 1, 1–15.
Roy, O. (1996). Gagalnya Islam Politik. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Shihab, M. Q. (1996). Wawasan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Shihab, M. Q. (2020). Islam & Kebangsaan: Tauhid, Kemanusiaan, dan Kewarganegaraan. Tangerang: Lentera Hati.
Sjamsuddin, N. (1998). Soekarno: Pemikiran Politik dan Kenyataan Praktek. Jakarta: Rajawali Pers.
Smith, A. D. (2002). Nasionalisme: Teori, Ideologi, Sejarah. Jakarta: Erlangga.
Soekarno. (1964). Dibawah Bendera Revolusi Jilid Pertama. Jakarta: Panitia Penerbit DBR.
Soekarno. (2015). Nasionalisme, Islamisme, Marxisme. Bandung: Sega Arsy.
Subhi, M. (2019). Promosi Toleransi dan Moderasi Beragama. Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara.
Suhelmi, A. (1999). Soekarno versus Natsir: Kemenangan Barisan Megawati, Reinkarnasi Nasionalis Sekuler. Jakarta: Darul Falah.
Thung, J.-L., Manan, M. A., Tirtosudarmo, R., Haris, S., Paeni, M., Soewarsono, … Seda, F. S. S. E. (2011). Nasionalisme dan Ketahanan Budaya: Beberapa Catatan dari Perspektif Demografi. Jakarta: LIPI Press bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia.
Yatim, B. (1999). Soekarno, Islam dan Nasionalisme: Rekonstruksi Pemikiran Islam-Nasionalis. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Unduhan
-
PDF
views: 493
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2023 Ferdi Yufriadi, Donna Ramadhan Fitri, Abdullah A Afifi

