Effect of MUI Fatwa on Environmentally Friendly Carbon Value Investment
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.205Keywords:
MUI fatwa, carbon value, green investment, maqasid al-syariah, environmentAbstract
Climate change and increased carbon emissions demand the development of investment instruments that are not only oriented towards economic profits, but also pay attention to environmental sustainability and social welfare. The fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI) on climate change control law provides a normative-religious foundation that places environmental protection, emission reduction, prevention of ecological damage, and human responsibility as a caliph as an important part of economic activities. This study aims to analyze the impact of the MUI Fatwa on carbon value investment from the perspective of sharia economic law and maq??id al-syar?'ah Jasser Auda. The research uses a juridical-normative method with a legislative, conceptual, and maq??id al-syar?'ah approach. The data was analyzed qualitatively through a study of the MUI fatwa, regulation of carbon economic values, and sharia economic and environmental law literature. The results of the study show that the MUI Fatwa has the potential to strengthen the ethical-religious legitimacy of carbon value investment through the principles of benefit, damage prevention (dar'u al-maf?sid), ecological responsibility, and sustainability. In the perspective of Jasser Auda's maq??id system , carbon value investment can be directed towards achieving holistic, multidimensional, and sustainable benefits through the protection of lives, property, generations, and the environment. Thus, the MUI Fatwa has the potential to form a green investment orientation while strengthening the synergy between sharia principles, environmental protection, and sustainable economic development.
Downloads
References
» click to expand references listAbidin, J., & Jaya, I. (2026). Transformasi kebijakan perdagangan karbon di Indonesia: Analisis perubahan regulasi dari Perpres Nomor 98 Tahun 2021 ke Perpres Nomor 110 Tahun 2025 dalam mendukung Nationally Determined Contribution (NDC). SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 5(7), 3093–3112.
Armayanto, H., & Sahidin, A. (2025). Fatwa MUI dan eco-masjid: Membangun kesadaran ekologis umat Islam melalui pengelolaan lingkungan di masjid. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 22(2), 235–247.
Berdaya, S. J. K. S. D. A. (2025). Siaran pers RDKB Mei 2025: Sektor jasa keuangan stabil dan berdaya tahan turut mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Febriawan, Yoan, S Ik, and M I Κ SH. (2026). Hukum Islam 5.0. In Hukum Islam 5.0: Menavigasi wahyu di tengah arus disrupsi sosiologis dan modernitas (p. 114).
Fikri, M., Djafar, E. M., Mutaallif, S., & Zulkarnain, M. R. (2026). Menakar keadilan iklim dalam pajak karbon dan perdagangan karbon: Tantangan reformasi hukum lingkungan Indonesia. In Proceeding Legal Symposium (Vol. 4).
Fitriah, R. R. A., Setyadi, D., Mintarti, S., & Paminto, A. (n.d.). Behavioral finance syariah: Integrasi bias psikologis dan etika Islam dalam keputusan investasi. Cipta Media Nusantara.
Ghozali, M. A. A. (2025). Reconstructing ecological justice: A maqasidi-systemic approach to Qur’anic hermeneutics. In Proceeding of Annual International Conference on Islamic Education (AICIED) (Vol. 3, pp. 27–49).
Gumanti, R. (2018). Maqasid al-syariah menurut Jasser Auda (Pendekatan sistem dalam hukum Islam). Jurnal Al Himayah, 2(1), 97–118.
Gunawan, I. (2023). Sukuk hijau di Indonesia: Teori, regulasi, dan praktik. PT RajaGrafindo Persada–Rajawali Pers.
Hakiki, M. R. (2026). Pengaruh environmental, social, and governance (ESG) terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor basic materials dan energy di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024 [Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim].
Halim, Ir Ar Deddy Kurniawan, and D A P C MM. (2026). Keuangan berkelanjutan & pembiayaan hijau. Alinea Indonesia.
Harahap, R. (2025). Implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terhadap pembuangan limbah ke Sungai Sionggoton [Thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan].
Harmuzan, E. D. P., Sugiarto, H., & Jhon, M. (2026). Akselerasi sustainable finance sektor keuangan Indonesia. Goresan Pena.
Irawan, A. S. (2022). Maqāṣid al-sharī‘ah Jasser Auda sebagai kajian alternatif terhadap permasalahan kontemporer. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 3(1), 39–55.
Irawati, A. C. (2024). Membangun hukum lingkungan yang berkelanjutan: Tantangan dan solusi global. ADIL Indonesia Journal, 5(2), 162–168.
Ittasyaq, N. L., & Sholihin, M. (2025). Transformasi ekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui produk green sukuk perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah, 11(2), 178–187.
Jamaluddin, S I, and M MH. (2026). Hukum Islam 5.0. In Hukum Islam 5.0: Menavigasi wahyu di tengah arus disrupsi sosiologis dan modernitas (p. 22).
Jihadi, M. (2026). Manajemen keuangan berkelanjutan: Mengintegrasikan keuangan dan ESG. UMMPress.
Jonaedi Efendi, & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum: Normatif dan empiris. Prenada Media.
Khozin, M. N. (2026). Jual beli unit karbon sebagai instrumen mitigasi perubahan iklim perspektif Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dan Keputusan Munas PBNU 2025 [Thesis, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri].
Kristianto, W., & Chariansyah, H. (2026). Pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus dalam penelitian hukum normatif. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3), 1–14.
Kurniawan, H., Gunawan, R., & Rahayu, S. (2025). Green economy dalam perspektif ekonomi syariah: Solusi untuk pembangunan berkelanjutan. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Sains (Vol. 3, pp. 361–368).
Lutfi, M., Supriyadi, A. P., & Bahagiati, K. (2025). Politik hukum investasi hijau: Sinergi green constitution, fiqh Islam, dan net zero emission menuju Indonesia emas. UIN Maliki Press.
Majelis Ulama Indonesia. (2023). Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 86 Tahun 2023 tentang hukum pengendalian perubahan iklim global. Komisi Fatwa MUI.
Mentari, N., Rafiqi, I. D., & Zein, T. (2024). Implementasi pengaturan perdagangan karbon di Indonesia dalam perspektif investasi hijau dan konstitusi ekonomi. JATISWARA, 39(3), 283–294.
Mista, H., Hamid, A., Mahya, M. J., Warohmah, M., Fathan, A., Wardi, M., Ma’rifah, I., Widodo, R. B., Fathurrizqi, H., & Dharmawan, D. (2026). Agama dan isu-isu lingkungan. CV Intake Pustaka.
Muallimah, S. (2025). Menyelaraskan keuangan hijau dengan maqāṣid al-syarī‘ah: Paradigma Islam untuk pembangunan berkelanjutan. Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman, 6(2), 75–96.
Muhammad Syahrum. (2022). Pengantar metodologi penelitian hukum: Kajian penelitian normatif, empiris, penulisan proposal, laporan skripsi dan tesis. CV Dotplus Publisher.
Mukti, T. (2025). Bursa karbon sebagai katalisator ekonomi berkelanjutan: Strategi Indonesia mencapai net zero emission 2060. In Proceedings National Conference Sinesia (Vol. 1, pp. 443–455).
Nada, N. T. Z., & Muzammil, S. (2025). Fatwa MUI terhadap preferensi konsumen pada produk kosmetik. Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis, 2(1), 36–47.
Nafis, A. W. (2026). Etika lingkungan dalam Islam dan implementasinya dalam kebijakan publik. Journal Syariah Law Review, 1(1).
Puteri, H. E. (2026). Peran Roadmap RP3SI OJK 2023–2027 dalam akselerasi digitalisasi perbankan syariah Indonesia. Muamalah Insights: Journal of Islamic Entrepreneurship and Management, 1(1), 146–155.
Rakhmawati, N. A., Rachmawati, A. A., Perwiradewa, A., Handoko, B. T., Pahlawan, M. R., Rahmawati, R., Dewi, L. R., & Naufal, A. (2019). Konsep perlindungan hukum atas kasus pelanggaran privasi dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Justitia Jurnal Hukum, 3(2).
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia WALHI Riau. (2026). Tinjauan lingkungan hidup WALHI Riau. Retrieved June 2026.
Rojihisawal, F., Robbani, A. S., & Firdausy, H. (2025). Peran Fatwa MUI No. 86/2023 dalam mewujudkan kemakmuran ekologis: Analisis prinsip maqāṣid al-syarī‘ah. Jurnal Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, 2(2).
Rokhmawati, A. (2026). Ekonomi karbon Indonesia: Regulasi, pasar, dan strategi menuju net-zero. CV Eureka Media Aksara.
Rozi, S., & Khaddafi, M. (2024). Dampak pasar karbon terhadap keuangan perusahaan dalam konteks kebijakan lingkungan. Jurnal Ilmiah Metansi (Manajemen dan Akuntansi), 7(2), 287–297.
Satriawan, H. A., Alqindy, F. H., Umami, A. M., & Wahyuddin, W. (2025). Kebijakan pengaturan perdagangan karbon sebagai upaya mitigasi perubahan iklim sektor kehutanan di NTB: Policy on regulating carbon trading as an effort to mitigate climate change in the forestry sector in NTB. Ganec Swara, 19(4), 1422–1432.
Setiawan, A., Salman, A. M. B., & Muhadiyatiningsih, S. N. (2026). Negotiation of Sunnah authority in the discourse of posttraditionalism: Maqasidi’s deconstruction of the hadith of ‘Alaikum bi Sunnatī the perspective of the Jasser Auda system. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(4), 1593–1602.
Shidiq, A. R., Panggabean, A. T., & Siagian, A. P. (2025). Ada apa dengan pasar karbon Indonesia? In Siapa bayar apa untuk transisi hijau? (pp. 199–216).
Sihotang, F. M. P. (2025). Kontribusi aktor nonnegara terhadap lingkungan global dalam perdagangan karbon melalui penerapan Sistem Registri Nasional-Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia (SRN-PPI). Padjadjaran Journal of International Relations, 7(2), 137–153.
Sisdianto, E., & Dakun. (2021). Akuntansi pertanggungjawaban sosial dan lingkungan: Teori dan konsep. Pustaka Aksara.
Sugito, S. (2026). Rekonstruksi corporate social responsibility dalam perspektif maqasid al-syari‘ah. Journal of Economic and Islamic Research, 4(2), 922–937.
Syauqiah, Z., & Alfalah, A. H. S. (2025). Keseimbangan alam dalam perspektif Al-Qur’an: Tafsir tematik tentang lingkungan dan implikasinya dalam kehidupan modern. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(6).
Tamam, A. B. (2021). Kedudukan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) dalam sistem hukum Indonesia. Al-Musthofa: Journal of Sharia Economics, 4(1), 62–78.
Tavera, P. A., Ridwan, M., & Djalaludin, A. (2025). Model filantropi Islam green waqf sebagai instrumen keberlanjutan dalam perspektif SDGs dan maqāṣid al-sharī‘ah. OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi, 10(1), 447–458.
Tim Kajian. (2026). Peraturan Presiden No. 110/2025: Menatap era baru nilai ekonomi karbon di Indonesia. Policy.
Tuo, H. (2026). Analisis dampak Fatwa DSN-MUI terhadap preferensi mahasiswa terkait fintech syariah: Kajian komparatif di Unismuh Makassar. IQRAR: Jurnal Akuntansi, Manajemen & Ekonomi Syariah, 2(1), 18–29.
Wulan, C. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Zainuddin, M., & Karina, A. D. (2023). Penggunaan metode yuridis normatif dalam membuktikan kebenaran pada penelitian hukum. Smart Law Journal, 2(2), 114–123.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amirsyah Tambunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




