Penguatan Moderasi Beragama Sebagai Solusi Menyikapi Politik Identitas

Penulis

  • Dandi Kurniawan Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Quran (STAIDA), Payakumbuh
  • Abdullah A Afifi IDRIS Darulfunun Institute https://orcid.org/0000-0002-8412-5980

DOI:

https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.30

Kata Kunci:

moderasi beragama, politik identitas, toleransi beragama, masyarakat sipil

Abstrak

Tajamnya polarisasi akibat pemilihan umum di Indonesia telah menciptaan satu fenomena baru intoleransi yang memecah persatuan dan kesatuan. Polarisasi ini juga semakin dipertajam dengan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan polarisasi ini untuk kepentingan kelompok dan golongan sehingga menciptakan iklim politik identitas yang ekstrem kiri ataupun kanan. Upaya-upaya untuk mengurangi polarisasi ini perlu terus dikembangkan. Pengembangan moderasi beragama adalah salah satu langkah penting untuk menyikapi politik identitas. Masing-masing pihak wujud dengan identitasnya yang berbagai macam, baik suku, ras dan agama. Moderasi beragama memgambil peran dalam menciptakan situasi yang kondusif bagi masing-masing agama untuk tumbuh dan berkembang sebagai salah satu hak asasi yang dijamin oleh undang-undang. Penulis mengkritisi sekaligus memberikan saran dari hasil analisis literatur secara kualitatif upaya-upaya dalam mengembangkan moderasi beragama. Dengan semakin berkembangnya moderasi beragama, diharapkan polarisasi yang diakibatkan oleh politik identitas dalam diminimalisir tidak menjadi terlalu ekstrem yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

» click to expand references list

Unduhan

                     

Diterbitkan

31 Juli 2023

Cara Mengutip

Kurniawan, D., & Afifi, A. A. (2023). Penguatan Moderasi Beragama Sebagai Solusi Menyikapi Politik Identitas. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4(1), 13–21. https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.30

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.