Tradisi Ma Anta Do’a dalam Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Perspektif Sosiologi Hukum Islam di Nagari Ganggo Hilia Kecamatan Bonjol
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.165Kata Kunci:
ma anta doa, tradisi maulid nabi, sosiologi hukum Islam, ‘urf, budaya lokalAbstrak
Tradisi Ma Anta Do'a merupakan bentuk lokal perayaan Maulid Nabi yang dipraktikkan oleh masyarakat Muslim di Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman. Tradisi ini mencakup kewajiban setiap keluarga untuk membawa jamba (hidangan makanan) ke masjid serta adanya pembatasan bagi perempuan untuk memasuki masjid setelah prosesi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi tersebut dalam perspektif sosiologi hukum Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tersebut berfungsi sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, melestarikan budaya lokal, serta mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun demikian, beberapa praktik dalam tradisi tersebut menimbulkan persoalan normatif, khususnya terkait kewajiban membawa jamba dan pembatasan perempuan memasuki masjid. Dalam perspektif Receptie Exit, praktik adat harus tetap selaras dengan hukum Islam. Dalam konsep 'urf, kewajiban membawa jamba dapat dikategorikan sebagai 'urf sahih selama tidak membebani masyarakat, sedangkan pembatasan perempuan memasuki masjid berpotensi menjadi 'urf fasid karena bertentangan dengan prinsip keadilan dalam Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi tradisi keagamaan dengan tetap menjaga keharmonisan antara budaya lokal dan nilai-nilai hukum Islam.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAl-Qaradawi, Y. (1997). Al-fiqh al-Islami bayna al-asalah wa al-tajdid. Kairo: Dar al-Shuruq.
Al-Qaradawi, Y. (2006). Dirasah fi fiqh maqasid al-shari'ah. Kairo: Dar al-Shuruq.
Al-Suyuthi, J. (1998). Al-asybah wa al-naza'ir. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Al-Suyuthi, J. (2000). Husn al-maqsid fi 'amal al-mawlid. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Al-Syatibi, A. I. (2004). Al-muwafaqat fi usul al-shari'ah (Vol. 2). Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Al-Zuhaili, W. (1986). Usul al-fiqh al-Islami (Vol. 2). Damaskus: Dar al-Fikr.
Abbas, A. F. (2002). Fikih sosial: upaya menjembatani Otentisitas Doktrin dengan tradisi dan Realitas sosial.
Alwi, M., Arwani, M. K., Susanti, T., Efendi, M., & Afifah, S. (2023). Tradisi Albarzanji: Menguak Peran Penting Ritual Keagamaan dalam Pembentukan Maharah Istima' pada Anak-anak Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan. Al-Imam: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 79-85. DOI: https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.49
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Auda, J. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. London: The International Institute of Islamic Thought. DOI: https://doi.org/10.2307/j.ctvkc67tg
Azra, A. (2017). Islam Nusantara: Jaringan global dan lokal. Bandung: Mizan.
Baso, A. (2012). Fiqh sosial: Dari konsep ke gerakan. Jakarta: Pustaka Afid.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fitri, D. R., Yufriadi, F., & Eliza, M. (2023). Relevansi Kaidah Al-A'dah Muhakkamah Pernikahan dalam Islam Pada Tradisi Rompak Page di Kabupaten Lima Puluh Kota. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 45-55. DOI: https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.33
Hakimy Dt. Rajo Panghulu, I. (1997). Pokok-pokok pengetahuan adat alam Minangkabau. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hazairin. (1974). Tujuh serangkai tentang hukum. Jakarta: Tintamas.
Huberman, M., & Miles, M. B. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta: UI Press.
Ibn Qayyim al-Jauziyyah. (1996). I'lam al-muwaqqi'in (Vol. 3). Beirut: Dar al-Fikr.
Khallaf, A. W. (1978). 'Ilm usul al-fiqh. Kairo: Dar al-Qalam.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mahfudz, S. (1994). Nuansa fiqh sosial. Yogyakarta: LKiS.
Mahfudz, S. (1999). Pesantren mencari makna. Jakarta: Pustaka Ciganjur.
Margono, S. (2007). Metodologi penelitian pendidikan komponen MKDK. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslim bin al-Hajjaj. (1991). Sahih Muslim (Juz 1). Beirut: Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.
Navis, A. A. (1984). Alam terkembang jadi guru: Adat dan kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.
Navis, A. A. (1998). Alam terkembang jadi guru: Adat dan kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.
Nawawi, H. (1996). Penelitian terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soekanto, S. (2007). Sosiologi hukum dalam masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Unduhan
-
PDF
views: 0
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Pansil Eka Putra


