Kecerdasan Emosional dan Kepemimpinan Pelayan Kepala Madrasah Berbasis Keseimbangan Zikir dan Pikir: Studi Kasus di MAN 1 Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.236Kata Kunci:
kecerdasan emosional, kepemimpinan pelayan, ulul albab; zikir dan pikir, kepala madrasahAbstrak
Tujuan: Penelitian ini menganalisis penerapan kecerdasan emosional kepala madrasah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam perspektif kepemimpinan pelayan, serta mengkaji keseimbangan zikir dan pikir dalam paradigma ulul albab di MAN 1 Nganjuk. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui tiga sesi wawancara semiterstruktur dengan kepala madrasah, pengamatan partisipatif oleh peneliti yang juga merupakan guru, serta dokumentasi kelembagaan. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Kecerdasan emosional diwujudkan melalui pengaturan diri berbasis tabayun, kehadiran personal dan dialog informal, serta komunikasi partisipatif dari bawah ke atas. Kepala madrasah memaknai kepemimpinan sebagai pelayanan (khadimul ummah), mendelegasikan tugas sesuai fungsi, tetapi tetap memegang tanggung jawab akhir. Faktor pendukung meliputi pengalaman memimpin, kemauan belajar, kejelasan struktur delegasi, dan kemitraan eksternal. Hambatannya mencakup resistensi terhadap perubahan, ketidakkompakan, perbedaan budaya organisasi, dan kebutuhan yang belum dianggarkan. Pengambilan keputusan menggabungkan verifikasi dan analisis rasional dengan doa, kemudian konsultasi spiritual ketika penalaran menemui kebuntuan. Integrasi tersebut terutama tampak dalam pengambilan keputusan kepala madrasah, sementara penerapannya dalam pembelajaran belum tergali secara memadai. Temuan ini bersifat kontekstual karena data berpusat pada seorang kepala madrasah dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan kausal atau generalisasi. Implikasi: Temuan ini menunjukkan pentingnya pembinaan kepala madrasah yang mengintegrasikan pengaturan emosi, kepemimpinan partisipatif, dan refleksi spiritual, dengan memperhatikan konteks budaya organisasi. Kebaruan/Nilai Tambah: Penelitian ini menawarkan model konseptual kontekstual yang menghubungkan kecerdasan emosional, kepemimpinan pelayan, dan paradigma ulul albab. Pengaturan diri berbasis tabayun diidentifikasi sebagai manifestasi khas kecerdasan emosional dalam kepemimpinan madrasah, tanpa mengklaim bahwa model yang diusulkan telah diuji secara kausal.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAfifi, A. A. (2024). Leader and the Leadership of the Prophet Muhammad: Strategy and Innovation in the Battle of Trench. Perwakilan: Journal of Good Governance, Diplomacy, Customary Institutionalization and Social Networks, 2(1), 1-10.
Arifandi, A., Khusnuridlo, K., Mu’is, A., & Angkananon, C. (2024). Servant leadership: Inspiring followers towards good governance in madrasah. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 329–343. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v8i1.6155
Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan. (2026). Keputusan Ketua Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan Nomor 029/BSANP/K/SK/2026 tentang penetapan hasil perpanjangan status akreditasi satuan pendidikan melalui mekanisme automasi tahun 2026 tahap kesatu Provinsi Jawa Timur. BSANP.
Beekun, R. I., & Badawi, J. A. (1999). Leadership: An Islamic perspective. Amana Publications.
Berkovich, I., & Eyal, O. (2015). Educational leaders and emotions: An international review of empirical evidence 1992–2012. Review of Educational Research, 85(1), 129–167. https://doi.org/10.3102/0034654314550046
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Djihadah, N. (2020). Kecerdasan emosional dan kepemimpinan kepala madrasah dalam aplikasi penguatan pendidikan karakter (PPK) di madrasah. Jurnal Pendidikan Madrasah, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.14421/jpm.2020.51-01
Eva, N., Robin, M., Sendjaya, S., van Dierendonck, D., & Liden, R. C. (2019). Servant leadership: A systematic review and call for future research. The Leadership Quarterly, 30(1), 111–132. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2018.07.004
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Goleman, D., Boyatzis, R., & McKee, A. (2002). Primal leadership: Realizing the power of emotional intelligence. Harvard Business School Press.
Greenleaf, R. K. (1970). The servant as leader. The Robert K. Greenleaf Center.
Hasibuan, J. S., Asrori, A., Hakim, D. A., & Anggraini, H. (2024). Kepemimpinan kepala madrasah berdasarkan kecerdasan emosional. UNISAN Jurnal: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 3(2), 108–120. https://journal.an-nur.ac.id/index.php/unisanjournal/article/view/2239
Issah, M. (2018). Change leadership: The role of emotional intelligence. SAGE Open, 8(3), 1–6. https://doi.org/10.1177/2158244018800910
Kainde, S. J., & Mandagi, D. (2023). A systematic review of servant leadership outcomes in education context. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 2563–2574. https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i2.627
Langhof, J. G., & Güldenberg, S. (2020). Servant leadership: A systematic literature review—toward a model of antecedents and outcomes. German Journal of Human Resource Management, 34(1), 32–68. https://doi.org/10.1177/2397002219869903
Leithwood, K., Harris, A., & Hopkins, D. (2020). Seven strong claims about successful school leadership revisited. School Leadership & Management, 40(1), 5–22. https://doi.org/10.1080/13632434.2019.1596077
Liden, R. C., Wayne, S. J., Zhao, H., & Henderson, D. (2008). Servant leadership: Development of a multidimensional measure and multi-level assessment. The Leadership Quarterly, 19(2), 161–177. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2008.01.006
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Mahalli, M., Sa’diyah, K., & Sukarman, S. (2026). Integrating psychological perspectives into Islamic educational leadership: Toward a holistic leadership framework. Dirasah International Journal of Islamic Studies, 4(1), 33–48. https://doi.org/10.59373/drs.v4i1.75
MAN 1 Nganjuk. (t.t.). Profil, sejarah, serta visi dan misi MAN 1 Nganjuk [Dokumen madrasah]. MAN 1 Nganjuk.
Mayer, J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. (2008). Emotional intelligence: New ability or eclectic traits? American Psychologist, 63(6), 503–517. https://doi.org/10.1037/0003-066X.63.6.503
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Ouyang, S., Mat Rashid, A., & Li, R. (2026). Benefits of servant leadership for teachers: A systematic review. Humanities and Social Sciences Communications, 13, Article 19. https://doi.org/10.1057/s41599-025-06245-1
Sabililhaq, I., Dina, S., Khatami, M., & Suryanudin, C. (2023). Kepemimpinan kepala madrasah era disrupsi: Revitalisasi nilai religius-interdisipliner siswa. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 11–25. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v5i1.706
Salovey, P., & Mayer, J. D. (1990). Emotional intelligence. Imagination, Cognition and Personality, 9(3), 185–211. https://doi.org/10.2190/DUGG-P24E-52WK-6CDG
Sarkowi, S. (2024). Islamic education with ulul albab integration paradigm: Pendidikan Islam berparadigma integrasi ulul albab. Halaqa: Islamic Education Journal, 8(1), 97–104. https://doi.org/10.21070/halaqa.v8i1.1682
Shihab, M. Q. (1996). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat. Mizan.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 2). Lentera Hati.
Siswanto, S. (2022). Strengthening spiritual leadership in preserving religious culture and local wisdom in madrasah. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(3), 907–920. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v6i3.3357
van Dierendonck, D. (2011). Servant leadership: A review and synthesis. Journal of Management, 37(4), 1228–1261. https://doi.org/10.1177/0149206310380462
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Alaina Fadhila, Sri Rohayu, Mujahidah Nabilah Taufiqoh, Sahudi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



