Kecerdasan Emosional dan Kepemimpinan Pelayan Kepala Madrasah Berbasis Keseimbangan Zikir dan Pikir: Studi Kasus di MAN 1 Nganjuk

Penulis

  • Alaina Fadhila Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Sri Rohayu Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Mujahidah Nabilah Taufiqoh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Sahudi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.236

Kata Kunci:

kecerdasan emosional, kepemimpinan pelayan, ulul albab; zikir dan pikir, kepala madrasah

Abstrak

Tujuan: Penelitian ini menganalisis penerapan kecerdasan emosional kepala madrasah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam perspektif kepemimpinan pelayan, serta mengkaji keseimbangan zikir dan pikir dalam paradigma ulul albab di MAN 1 Nganjuk. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui tiga sesi wawancara semiterstruktur dengan kepala madrasah, pengamatan partisipatif oleh peneliti yang juga merupakan guru, serta dokumentasi kelembagaan. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Kecerdasan emosional diwujudkan melalui pengaturan diri berbasis tabayun, kehadiran personal dan dialog informal, serta komunikasi partisipatif dari bawah ke atas. Kepala madrasah memaknai kepemimpinan sebagai pelayanan (khadimul ummah), mendelegasikan tugas sesuai fungsi, tetapi tetap memegang tanggung jawab akhir. Faktor pendukung meliputi pengalaman memimpin, kemauan belajar, kejelasan struktur delegasi, dan kemitraan eksternal. Hambatannya mencakup resistensi terhadap perubahan, ketidakkompakan, perbedaan budaya organisasi, dan kebutuhan yang belum dianggarkan. Pengambilan keputusan menggabungkan verifikasi dan analisis rasional dengan doa, kemudian konsultasi spiritual ketika penalaran menemui kebuntuan. Integrasi tersebut terutama tampak dalam pengambilan keputusan kepala madrasah, sementara penerapannya dalam pembelajaran belum tergali secara memadai. Temuan ini bersifat kontekstual karena data berpusat pada seorang kepala madrasah dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan kausal atau generalisasi. Implikasi: Temuan ini menunjukkan pentingnya pembinaan kepala madrasah yang mengintegrasikan pengaturan emosi, kepemimpinan partisipatif, dan refleksi spiritual, dengan memperhatikan konteks budaya organisasi. Kebaruan/Nilai Tambah: Penelitian ini menawarkan model konseptual kontekstual yang menghubungkan kecerdasan emosional, kepemimpinan pelayan, dan paradigma ulul albab. Pengaturan diri berbasis tabayun diidentifikasi sebagai manifestasi khas kecerdasan emosional dalam kepemimpinan madrasah, tanpa mengklaim bahwa model yang diusulkan telah diuji secara kausal.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

» click to expand references list

Unduhan

                     

Diterbitkan

05 November 2026

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Alaina Fadhila, Sri Rohayu, Mujahidah Nabilah Taufiqoh, & Sahudi. (2026). Kecerdasan Emosional dan Kepemimpinan Pelayan Kepala Madrasah Berbasis Keseimbangan Zikir dan Pikir: Studi Kasus di MAN 1 Nganjuk. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 7(2), 859-870. https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.236

Artikel Serupa

1-10 dari 25

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.