Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Dewan Pengawas Syariah, dan Kepemilikan Institusional terhadap Islamic Social Reporting pada Bank Umum Syariah di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.202Kata Kunci:
Islamic Social Reporting, profitabilitas, Dewan Pengawas Syariah, kepemilikan institusional, Bank Umum SyariahAbstrak
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, ukuran Dewan Pengawas Syariah (DPS), dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2021-2024. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan GCG Bank Umum Syariah yang terdaftar di OJK. Sampel dipilih secara purposive sampling. Analisis regresi data panel dilakukan menggunakan EViews 12 dengan pengujian Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier untuk menentukan model estimasi terbaik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan kepemilikan institusional berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ISR. Sebaliknya, ukuran Dewan Pengawas Syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan ISR (prob. 0,0027). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap ISR (F-statistic 4,614848; prob. 0,007152). Nilai Adjusted R² sebesar 0,1977 menunjukkan bahwa 19,77% variasi ISR dijelaskan oleh ketiga variabel, sisanya oleh faktor lain di luar model. Kesimpulan/novelty/implikasi: Temuan ini menegaskan peran strategis Dewan Pengawas Syariah dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sosial perbankan syariah. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan periode 2021-2024 yang merepresentasikan kondisi pascamerger Bank Syariah Indonesia dan transformasi digital perbankan syariah. Implikasi penelitian mendorong penguatan tata kelola syariah dan peran DPS untuk meningkatkan kualitas pengungkapan ISR. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti ukuran perusahaan, leverage, komite audit, dan implementasi ESG.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAdz-Dzahabi, S. M. bin A. (2024). Siyar a‘lam al-nubala’ (S. Al-Arna’uth, Ed.; 2nd ed.). Muassasatur Risalah Nasyirun.
Afifi, A. A. (2025). Shariah Compliance Business Institutions (SCBI): A Research Agenda for the Real Sector. Journal of Regional Development and Technology Initiatives, 3(1), 197-209.
Aisyah, Normina, Nor Syifa, Rahmah, & Bubiyah, Z. (2023). Masyarakat madani dalam perspektif Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(2). https://doi.org/10.55606/religion.v1i2.107
Alanshori, M. Z., & Zahidi, S. (2025). Pendidikan Islam era globalisasi: Menjaga identitas di tengah arus perubahan. TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 8(1), 80–90.
Al-Wāḥidī, A. al-Ḥ. ‘A. ibn A. ibn M. (2009). Al-Tafsīr al-Basīṭ (1st ed.). Imadah al-Bahtst al-Ilmi, Jamiah al-Imam Muhammad bin Saud al-Islamiyyah.
Amri, U., Yusuf, M., & Mardan. (2024). Masyarakat madani menurut Al-Quran. Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies, 3(1), 43–60. https://doi.org/10.30984/mustafid.v3i1.846
Azmi, K. (2024). Konsep negara madani dalam perspektif Al-Qur’an [Undergraduate thesis, Universitas PTIQ Jakarta].
Brahmantya, A. A. (2026). Hypocrisy as a moral and social crisis: A hermeneutic study of Q.S. At-Tawbah verses 67–70 from the perspective of Qur’anic tadabbur. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 7(1), 211–218. https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.129
Fadilah, S., & Amin, N. (2023). Dekonstruksi pendidikan dalam Surat Al-Baqarah ayat 31–32: Sebuah analisis dari perspektif Tafsir Al-Misbah oleh Quraish Shihab. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 201–213. https://doi.org/10.34005/tahdzib.v6i2.3183
Faiq, M. bin S. (2021). Genealogi pemikiran politik Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Quran (Surat Al-Maidah: 44, 45, dan 47) [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel].
Fiqri, Putri, H., & Septiana, P. (2023). Pengaruh globalisasi terhadap identitas keagamaan dalam kalangan pemuda Muslim. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(5), 1093–1104. https://doi.org/10.55606/religion.v1i5.424
Ikhsan, M., & Azwar. (2024). Islam dan globalisasi: Formulasi solutif terhadap krisis identitas Muslim. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab, 3(3), 271–282. https://doi.org/10.36701/qiblah.v3i3.1431
Janhari, M. N., & Khumaero, S. I. (2023). Konsep wasathiyyah menurut Sayyid Quthb dalam Kitab Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an (Analisa sosiologi pengetahuan Peter Ludwig Berger). Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir, 3(1), 33–55. https://doi.org/10.19109/jsq.v3i1.18328
Ka’ka, H. (2022). Konsep masyarakat dalam Al-Qur’an: Studi terhadap pemikiran M. Quraish Shihab dalam Kitab Tafsir Al-Mishbah [Undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Palopo].
Kurniawan, D., & Afifi, A. A. (2023). Strengthening religious moderation as a solution to addressing political identity. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4(1), 13–21. https://doi.org/10.58764/j.im.2023.4.30
Lestari, M., & Vera, S. (2021). Metodologi Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an Sayyid Qutb. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 1(1), 47–54. https://doi.org/10.15575/jis.v1i1.11475
Nilasari, V., Frinaldi, A., & Roberia. (2025). Hukum administrasi negara dan implementasi asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam sistem pemerintahan Indonesia. Ensiklopedia of Journal, 7(4), 88–93. https://doi.org/10.33559/eoj.v7i4.3193
Oktavya, E., Wahidah, F., Ikhsan, M., & Nurdin. (2022). Konsep dialetika penafsiran Al-Qur’an: Tekstual, kontekstual, dan deradikalisasi. Gunung Djati Conference Series, 9, 110–120.
Pamungkas, P. (2025). Etika administrasi dalam membangun integritas publik. Civic Education Perspective Journal, 5(1), 42–52. https://doi.org/10.22437/cepj.v5i1.41723
Qutb, S. (2003). Fī Ẓilāl al-Qur’ān (32nd ed., Vol. 1). Dar al-Syuruq.
Ramadhani, D., & Taufiq, M. (2024). The concept of Tawhid in the perspective of Nusantara mufassirs: A comparative study of Tafsir Al-Misbah and Tafsir Al-Azhar. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 5(2), 83–91. https://doi.org/10.58764/j.im.2024.5.72
Rasyad. (2022). Konsep khalifah dalam Al-Qur’an (Kajian ayat 30 Surat Al-Baqarah dan ayat 26 Surat Shaad). Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah: Media Kajian Al-Qur’an dan Al-Hadits Multi Perspektif, 19(1), 20–31. https://doi.org/10.22373/jim.v19i1.12308
Ridho, A. R., Nuruddin, & Hariyadi, M. (2021). Model masyarakat madani dalam Al-Qur’an sebagai cerminan masyarakat new normal pandemi COVID-19. SANGKÉP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 4(2), 215–245. https://doi.org/10.20414/sangkep.v4i2.3611
Saidah, H., & Tsaaqib, A. (2023). Kontekstualisasi konsep masyarakat madani terhadap wacana Society 5.0. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains, 5, 181–189.
Wirayuda, A. P., Fahrezi, A., Pasama, D. R., Ani, M., & Noor, A. M. (2023). Islam dan tantangan dalam era digital: Mengembangkan koneksi spiritual dalam dunia maya. Al-Aufa: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman, 5(1), 1–27. https://doi.org/10.32665/alaufa.v5i1.1618
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sofyan Abas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



