Dinamika Pemanfaatan Harta Pusako di Minangkabau dalam Pespektif Teori Modal Sosial dan Tindakan Sosial: Studi Kasus Kecamatan Sungai Tarab
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.154Kata Kunci:
harta pusako, keluarga, modal sosial, tindakan sosial, mata pencaharianAbstrak
Masalah utama dalam penelitian ini adalah untuk membahas bentuk dan dinamika pemanfaatan harta pusako tinggi, faktor-faktor yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan harta pusako tinggi, serta perspektif pemuka adat terhadap dinamika tersebut di Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan harta pusako tinggi di Sungai Tarab merupakan bentuk tindakan sosial rasional instrumental, di mana pengelolaannya dilakukan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, seperti kebutuhan pangan, biaya pendidikan, kebutuhan sosial adat, dan kebutuhan ekonomi lainnya. Dinamika pemanfaatan ini didorong oleh tekanan ekonomi dan perubahan nilai sosial yang memengaruhi pola interaksi dalam kaum. Dalam perspektif modal sosial, pemanfaatan harta pusako tinggi mencerminkan pergeseran fungsi ikatan kepercayaan (trust) dan jaringan (networks) antaranggota kaum, di mana melemahnya fungsi pengawasan adat menyebabkan penguatan kepentingan individu di atas kolektif. Namun, secara adat Minangkabau, pemanfaatan ini tetap dibenarkan sepanjang tidak menghilangkan kepemilikan kolektif kaum, dilakukan melalui mekanisme musyawarah sebagai perwujudan modal sosial yang sehat, dan tetap berada dalam bingkai konsep ganggam bauntuak.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAbdurrahman.2010. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Cet. Ke-4 Jakarta: Akademika Pressindo.
Abdul Manan, (2008), Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia, Jakarta: Pranada Media.
Abbas, A. F. (2007). Konsepsi Dasar Adat Minangkabau. Kuliah Kerja Sosial Keluarga Mahasiswa Minang Korkom UIN Syarif Hidayatullah Di VII Koto Talago.
Afifi, A. A. (2024). Islamic Moral Ethics: The Foundations for Good Governance, Management, and Civilizational Advancement. Perwakilan: Journal of Good Governance, Diplomacy, Customary Institutionalization and Social Networks, 2(2), 65-79.
Ahmad Rafiq,(1998), Fiqh Mawaris, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Amir MS. (1987). Tonggak Tuo Budaya Minang. Universitas Michigan: Karya Indah.
Amir MS. (2001). Adat Minangkabau: Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.
Amir Syarifuddin, DR. (1984). Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dalam Lingkungan Adat Minangkabau. Jakarta: Gunung Agung
Amzar Bandaro. (2001). Tanya Jawab Adat Minangkabau. Bogor Gantino@ indo.net.id.
Arifin, H. B., & Abbas, A. F. (2007). Masa lampau yang belum selesai: percikan pikiran tentang hukum dan pelaksanaan hukum.
Arwini Muslimah, A. Analisis putusan Hakim tentang hak waris karena beda Agama Studi Kasus putusan Mahkamah Agung, No.16 K/AG/2010.
Aswandi, A., Elimartati, E., Nofialdi, N., Zulkifli, Z., & Yunarti, S. (2026). Analisis Hukum Atas Penolakan Isbat Nikah Dalam Perkawinan Siri Dan Penetapan Status Anak Sah Dalam Studi Kasus Putusan Nomor: 129/Pdt.P/2024/PA.Bsk. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 7(1), 293-302.
Azyumardi Azra. (2003). Surau Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi. Jakarta: Logos Wacana Ilmu Press
Edwar Djamaris, DR. (1991). Tambo Minangkabau. Jakarta: Balai Pustaka.
Fitri, D. R., Yufriadi, F., & Eliza, M. (2023). Relevansi Kaidah Al-A'dah Muhakkamah Pernikahan dalam Islam Pada Tradisi Rompak Page di Kabupaten Lima Puluh Kota. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 4, 45-55.
Gusti Asnan. (2003). Kamus Sejarah Minangkabau. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau.
Hamka. (1946). Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi. Jakarta: Pustaka Panjimas.
Hamka. (1984). Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: Pustaka Panjimas.
Refliandi, I., & Eliza, M. (2023). Analisis Putusan Hakim Pengadilan Agama Solok Tentang Asal Usul Anak dan Relevansinya dengan Maqashid Syariah. Perwakilan: Journal of Good Governance, Diplomacy, Perlembagaan Adat and Social Networks, 1, 29-37.
Syarifuddin, A. (1984). Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dalam Lingkungan Adat Minangkabau. Jakarta: Gunung Agung.
Jurnal Bakaba (2019). Pengelolaan Harta Pusako Tinggi Dalam Masyarakat Adat Minangkabau. Vol. 8, No. 1
Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan. (Elfia.2017). Kebijakan Hukum Dala Menyelesaikan Kewarisan Islam (Analisis Terhadap Beberapa Kebijakan Umar bin Al-Khattab). Vol. 2 No.2
Jurnal Al-Ahkam (Elfia.2022). Analisis Terhadap Pembagian Warisan Bagi Anak Perempuan Perspektif Hukum Islam (Kasus Di Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci). Vol. 23 No. 2
Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik (2024). Kewarisan Tanah Pusako Tinggi Dalam Perpsektif Hukum Adat dan Hukum Islam Vol. 2 No. 3
Jurnal of Swara Justisia. (2023). Sistem Pewarisan Harta Pusako Di Minangkabau Ditinjau Dari Hukum Waris Islam. Vol. 7
Jurnal of Family Studies. (2020). Harta Waris Pusako Tinggi Adat Minangkabau Perspektif Maslahah Mursyalah Asy-Syathibi. Vol. 4
Jurnal of Family Studies. (2023). Pemanfaatan Harta Pusako Tinggi Terhadap Perlindungan Anak Korban Penelantaran Rumah Tangga Dalam Konsep Adat Minangkabau Dan Hukum Islam. Vol. 1. No. 2.
Jurnal Al-Ahwal (2021). Pengelolaan Harta Pusako Tinggi Di Minangkabau. Vol. 14, No. 1
J-PSH (2022). Dampak Pemanfaatan Harta Pusako Tinggi Untuk Pendidikan Di Jorong Simpang Ampek Kabupaten Pasaman Barat. Vol. 13. No. 2
JOM Fakultas Hukum Universitas Riau. (2021). Pelaksanaan Eksekusi Dalam Sengketa Waris Tanah Pusako Tinggi (Studi Pada Suku Pagar Cancang Di Jorong Kuranji Kecamatan Guguak VIII Koto Kecamatan Guguk Kabupaten Lima Puluh Kota. Vol VIII, No. 2
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan (2024). Penyelesaian Sengketa Harta Pusako Tinggi Oleh Niniak Mamak Kaum Suku Koto Di Pasa Rabaa Kecamatan Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Vol. 10
Marlina, Y., Yunarti, S., Arianti, F., Zulkifli, Z., & Nofialdi, N. (2026). Diskresi Hakim Pengadilan Agama Kotobaru Solok Terhadap Nafkah Isteri dan Hak Asuh Anak Dalam Hukum Keluarga Islam. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 7(1), 303-312.
Menyoal Kembali ke Pemerintahan Nagari. (2000). Padang: Hariang Singgalang.
Mochtar Naim (Ed). (1968). Menggali Hukum Tanah dan Hukum Waris Minangkabau. Padang: Center for Minangkabau Studies Press.
Mochtar Naim. (1979). Pola Migrasi Suku Minangkabau. Jakarta: Gadjah Mada University Press.
Muhammad Ali Ash-Shabuni, Ilmu Hukum Waris Menurut Ajaran Islam Surabaya, Mutiara Ilmu, 2010.
Muhammad Ghifari, Ahli Waris yang Menolak Menerima Warisan di Tinjau dari Hukum Kewarisan Islam Studi Kasus di Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur Kota Metro, Skripsi STAIN Jurai Siwo Metro, 2015.
M. Nasroen. (1957). Dasar Falsafah Adat Minangkabau. Jakarta: Pasaman.
Natsir, M. (2008). Islam dan Adat: Telaah atas Praktek Hukum Waris diMinangkabau. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Navis, A.A. (1984). Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.
Nurullah Dt. Perpatih Nan Tuo. SH.MH. (1999). Tanah Ulayat Menurut Ajaran Adat Minangkabau. Padang: Yayasan Sako Batuah-LKAAM-Sumbar.
Samad Idris, A., Motinggi Busye. (1995). Payung Terkembang. Jakarta: Pustaka Kartini.
Sugiyono,(2012). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta,
Syarifuddin, A. (1984). Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dalam Lingkungan Adat Minangkabau. Jakarta: Gunung Agung.
Soekanto Soerjono, (2005). Hukum Adat Indonesia, jakarta, Raja Grafindo Persada.
Susanti, M., Silvianetri, S., Elimartati, E., Atsani, U., Nofialdi, N., & Yunarti, S. (2026). Dilema Administrasi dan Agama: Implementasi SPTJM di Jantung Minangkabau (Studi Kasus Kecamatan Harau). AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 7(1), 253-261.
Taufik Abdullah. (1987). Sejarah dan Masyarakat Lintas Historis Islam di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor.
Ulfia Hasanah. (2012). Hukum Adat. Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru
Wirdjono Prodjodikoro, (2012), Hukum Warisan di Indonesia, Bandung: Vorkink van Hoeve's Graven hage.
Unduhan
-
PDF
views: 0
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Vidi Rifardo, Nofialdi Nofialdi, Ulya Atsani, Elimartati Elimartati, Sri Yunarti


