Akses Green Finance bagi UMKM di Indonesia: Hambatan Struktural, Kesesuaian Instrumen, dan Strategi Penguatan melalui Narrative Literature Review

Penulis

  • Djames Siahaan Politeknik Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.237

Kata Kunci:

Green finance; , MSMEs, ; Access to finance; , Sustainable finance; , Narrative literature review

Abstrak

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis akses green finance bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dengan mengidentifikasi hambatan struktural, faktor pendukung, serta kesesuaian instrumen pembiayaan hijau dengan karakteristik dan tahap adopsi praktik berkelanjutan UMKM. Penelitian ini juga merumuskan kerangka konseptual untuk menjelaskan interaksi antara kesiapan internal UMKM, mekanisme penilaian lembaga pembiayaan, dan dukungan ekosistem kebijakan dalam memperluas akses terhadap pembiayaan hijau. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative literature review. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar dan GARUDA, dengan pemeriksaan metadata publikasi melalui Crossref. Analisis dilakukan secara kritis dan tematik terhadap artikel ilmiah, regulasi, serta laporan institusi yang relevan untuk mengidentifikasi pola hambatan, mengevaluasi kesesuaian instrumen pembiayaan, dan menyintesis strategi penguatan akses green finance bagi UMKM di Indonesia. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan akses green finance terbentuk melalui interaksi tiga dimensi. Pertama, dimensi internal UMKM, yang meliputi keterbatasan literasi keuangan dan lingkungan, kualitas pencatatan keuangan, kesiapan administrasi, serta kemampuan menanggung biaya awal investasi hijau. Kedua, dimensi lembaga pembiayaan, yang berkaitan dengan persyaratan agunan, penilaian risiko, biaya transaksi, dan keterbatasan instrumen yang sesuai dengan skala usaha. Ketiga, dimensi ekosistem kebijakan, yang mencakup kejelasan kriteria usaha hijau, dukungan penjaminan, pendampingan, dan infrastruktur digital. Kajian juga menemukan bahwa bukti mengenai literasi digital dan pemanfaatan fintech lebih banyak menjelaskan adopsi praktik hijau daripada akses pembiayaan secara langsung. Oleh karena itu, akses pembiayaan, penerapan praktik hijau, dan kinerja usaha perlu diperlakukan sebagai luaran yang berbeda. Kebaruan: Kebaruan penelitian terletak pada perumusan kerangka konseptual tiga lapis yang mengintegrasikan kesiapan UMKM, mekanisme penilaian lembaga pembiayaan, dan dukungan ekosistem kebijakan, sekaligus membedakan akses pembiayaan dari adopsi praktik hijau dan kinerja usaha. Kerangka ini menekankan pentingnya penyesuaian instrumen pembiayaan dengan karakteristik serta tahap adopsi hijau UMKM. Secara praktis, perlu dikembangkan pembiayaan dengan persyaratan yang proporsional, dukungan penjaminan, pendampingan keuangan dan lingkungan, serta indikator evaluasi yang mengukur pengajuan, persetujuan, penolakan, biaya akses, dan manfaat lingkungan. Kerangka tersebut masih bersifat konseptual sehingga perlu diuji menggunakan data pembiayaan aktual.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

» click to expand references list

Unduhan

                     

Diterbitkan

07 November 2026

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Siahaan, D. (2026). Akses Green Finance bagi UMKM di Indonesia: Hambatan Struktural, Kesesuaian Instrumen, dan Strategi Penguatan melalui Narrative Literature Review. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 7(2), 871-888. https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.237

Artikel Serupa

1-10 dari 44

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.