Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penerapan Akhlak Mulia Siswa
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.182Kata Kunci:
guru pendidikan agama Islam, akhlak mulia, pembelajaran afektif, pendidikan karakter, Thomas Lickona, sekolah berbasis pesantren, pendidikan IslamAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penerapan akhlak mulia siswa, mendeskripsikan implementasi pembelajaran afektif dalam pembentukan akhlak mulia, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di MTs Al Qodiri IV Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan siswa sebagai informan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan religius, pemberian nasihat (mau'idzah hasanah), dan pengawasan secara persuasif. Implementasi pembelajaran afektif dilakukan melalui pengembangan aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action sebagaimana dikemukakan oleh Thomas Lickona. Faktor pendukung meliputi budaya religius madrasah, lingkungan pesantren, dan komitmen guru, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh media sosial, perkembangan teknologi digital, serta lingkungan pergaulan siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran afektif berbasis nilai-nilai Islam pada sekolah formal berbasis pesantren sebagai upaya penguatan akhlak mulia siswa di era digital.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAbubakar, R. (2021). Pengantar metodologi penelitian. SUKA-Press.
Afifi, A. A., & Eliza, M. (2025). Pembaharuan Kaum Muda dan Konstruksi Muslim Moderat di Indonesia. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 6(2), 199-209.
Al-Ghazali. (2011). Ihya' Ulum al-Din (Vol. 3). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Anam, N., & Syaehotin, S. (2025). Penguatan moderasi beragama melalui pengembangan digitalisasi berbasis e-learning wasathiyah di komunitas mahasantri. GUYUB: Journal of Community Engagement, 6(1).
Azzahra, A. A., et al. (2025). Pembentukan karakter santri melalui integrasi nilai Islam, keteladanan pengasuh, dan budaya pesantren. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 2(1)
Eliza, M., Afifi, A. A., Arifin, N. A., & Azami, E. (2024). Digital Learning Co-Creation: A Conceptual Study between University and Learning Hub in Underdeveloped Urban Areas. Journal of Regional Development and Technology Initiatives, 2(2), 119-130.
Hamidalloh, A. S., Permadi, M. S. S., Musyaffa, D. A., & Alfarisi, M. H. (2026). Kontinuitas dan Transformasi Sistem Pendidikan Pesantren: Studi Historis Pendidikan Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) dan Relevansinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 7(1), 343-352.
Insani, E., & Anam, N. (2023). Calligraphy learning: Analysis of guidance at Al-Qur'an Calligraphy Studio. Jurnal Islam Nusantara, 7(2).
Insani, E., & Anam, N. (2025). Rabbani education for the development of a Qur'anic generation: An analysis of the integration of madrasah-pesantren environments. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 30(2), 228–250
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2004). Wacana pengembangan pendidikan Islam. Bidang Akademik Pascasarjana IAIN Sunan Ampel.
Muhammad, A. A., Dalhatu, R. S., Ardo, A. M., Shariff, I. A., & Muhammad, Y. Z. (2025). Transforming Education for a Sustainable Future: A Religious Ethical Perspective. Perwakilan: Journal of Good Governance, Diplomacy, Customary Institutionalization and Social Networks, 3(1), 135-142.
Reniwuryaan, M., et al. (2025). Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi kenakalan remaja. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, xx(x), xx–xx.
Rizal, S., & Kurniawan, D. (2023). Implementasi Kitab Hidayatul Muta'allim dalam upaya membentuk akhlak siswa di MTs Unggulan Al-Qodiri 1 Jember. Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan, 15(2), 209–222. https://doi.org/10.47945/al-riwayah.v15i2.968
Rofiah, M. (2019). Peran pembimbing kamar dalam meningkatkan kedisiplinan dan kepribadian santri di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo).
Sari, F., Kurniawan, D., Afifi, A. A., Eliza, M., & Abbas, A. F. (2024). Peningkatan Literasi Membaca Al-Quran Siswa Pemula Melalui Program Tilawah di Pondok Pesantren Perguruan Darulfunun El-Abbasiyah. Journal of Regional Development and Technology Initiatives (JRDTI), 2, 13-24.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-4). Alfabeta.
Yusuf, M., et al. (2019). Pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Profesi, 2(1), xx–xx. https://doi.org/10.24176/jpp.v2i1.4312
Unduhan
-
PDF
views: 0
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Ira Safira, Khoiril Akhbar


