Teologi Kontekstual Dalam Tradisi Pergi Tepat Oleh Suku Panai: Relasi Antara Manusia, Leluhur dan Tuhan di Kabupaten Pesisir Selatan
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.184Kata Kunci:
tradisi pergi tepat, teologi kontekstual, relasi triadik, budaya lokal, suku panaiAbstrak
Tradisi ziarah kubur masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, namun praktik ini kerap menimbulkan perbedaan pandangan karena dipahami sebagai warisan budaya, praktik keagamaan, maupun tradisi yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Pergi Tepat, menganalisis relasi antara manusia, leluhur, dan Tuhan, serta mengkajinya melalui perspektif teologi kontekstual Stephen B. Bevans pada masyarakat Suku Panai di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pergi Tepat merupakan tradisi ziarah kubur yang diwariskan secara turun-temurun melalui tahapan adat yang mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, dan penghayatan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi tersebut membentuk relasi triadik antara manusia, leluhur, dan Tuhan, di mana leluhur dipahami sebagai penghubung simbolik yang mengingatkan masyarakat pada sejarah dan identitasnya, sedangkan Tuhan tetap menjadi pusat seluruh doa, harapan, dan penghayatan iman. Perspektif teologi kontekstual Stephen B. Bevans menegaskan bahwa budaya menjadi konteks tempat iman dipahami, dihayati, dan diekspresikan melalui pengalaman hidup masyarakat. Tradisi Pergi Tepat merepresentasikan ekspresi teologi kontekstual yang mengintegrasikan budaya lokal, penghormatan kepada leluhur, dan penghayatan iman kepada Tuhan dalam kehidupan masyarakat Suku Panai.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAdinugraha, Hendri Hermawan, and Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i. 2020. “Memahami Studi Islam Dengan Pendekatan Tekstual Dan Kontekstual.” Jurnal Pemikiran Konstruktif Bidang Filsafat Dan Dakwah 17(1):35–36.
Anon. 2026a. “Ensiklopedia Panai.”
Anon. 2026b. “Suku Panai Keluarga Melayu Yang Menjadi Pagar Adat Di Alam Sarabi Sungaipagu.”
Asril. 2025. Orang Siak (Tokoh Adat Suku Panai).
Bevans, Stephen B. 2002. Model-Model Teologi Kontekstual. Maumere: Ledalero.
Efendi, Erizal Candra, and Hafni Juniyanti Hsb. 2026. “Implementasi Layanan Fintech Syariah Dalam Meningkatkan Akses Pembiayaan UMKM: Studi Kasus Kabupaten Padang Pariaman.” Business and Economic Publication 4(1):67–87.
Efendi, Erizal Candra, Ruri Mustika, Wildan Hadi, Hafni Juniyanti Hsb, M. Febriza, Robi Harjoni Putra, and F. Ummyza. 2026. Green Economy Dalam Perspektif Ekonomi Syariah: Konsep, Prinsip, Dan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan. YPAD Penerbit.
Estomih. 2024. “Mendengarkan Adat Batak Toba: Berteologi Kontekstual Tentang Adanya Keyakinan Relasi Orang Hidup Dengan Roh Leluhur.” Cultivation: Jurnal Teologi 9(1):90–106.
Gafur, Abdul. 2021. “Agama, Tradisi Budaya Dan Peradaban.” Tamaddun: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam 21(2):124.
Halil, Idham. 2025. Orang Siak (Tokoh Adat Suku Panai).
Hamzah. 2026. Orang Tua Suku Panai (Tokoh Adat).
Lewankoru, Meike Lely. 2024. “Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Aksi Revitalisasi Budaya Masohi Oleh Jemaat GPM Liliama.” Jurnal Teologi 13(2):204–6.
Lisa. 2025. Masyarakat Suku Panai.
Malau, Oloria. 2023. “Missiologi Terhadap Perspektif Teologi Tekstual.” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 2(2):1.
Maradis, Dt. 2026. Penghulu Suku Panai.
Nendissa, Julio Eleazer. 2025. “Teologi Minahasa Dalam Perspektif Kontekstual: Integrasi Nilai Budaya Lokal Dan Keimanan Kristen.” Socius: Journal of Sociology Research and Education 12(1):52–63.
Opon. 2025. Orang Tertua Suku Panai.
Pegan, Maximilian Boas. 2017. “Masyarakat Yei-Nan Di Erambu Dan Ritus Kematiannya: Studi Kasus Untuk Menemukan Makna Ritus Kematian Dalam Masyarakat Yei-Nan Di Erambu, Kabupaten Merauke–Papua.” Studi Budaya Nusantara 1(1):35–45. doi: 10.21776/ub.sbn.2017.001.01.04.
Rinaldi, Achmad Hufad, Siti Komariah, and Muhammad Masdar. 2022. “Uang Panai Sebagai Harga Diri Perempuan Suku Bugis Bone (Antara Tradisi Dan Gengsi).” Equilibrium: Jurnal Pendidikan 10(3):361–73. doi: 10.26618/equilibrium.v10i3.8411.
Rumahuru, Yance Z. 2018. “Ritual Sebagai Media Konstruksi Identitas.” Dialektika: Jurnal Pemikiran Islam Dan Ilmu Sosial 11(1):23.
Salamah, Najma. 2023. “Ketaatan Sosial Di Dalam Tradisi Sarapah Pada Masyarakat Desa Kopeng Selatiga.” Jurnal Kultur 2(1):151.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. 21st ed. Bandung: Alfabeta.
Suikuddin, Akhmad. 2022. “Tradisi Ziarah Kubur Syekh Al-Radawi Dan Penguatan Otoritas Keagamaan Di Desa Duku Tengah Brebes Perspektif Sakralitas Emile Durkheim.” An-Natiq: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner 2(1):86.
Tena. 2025. Masyarakat Suku Panai.
Undari. 2014. “Orang Minang Dan Budaya Demokrasi.” Jurnal Undari 14(18).
Wanti, Baiq Peber. 2023. “Tradisi Ziarah Makam Suku Sasak Di Lombok Tengah: Antara Kebiasaan Dan Keyakinan.” Jurnal Pendidikan Tambusai 7(1):2748–50.
Zuhri. 2025. Masyarakat Suku Panai.
Unduhan
-
PDF
views: 0
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yani Purnama Sari, Muallim Lubis Lubis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



