Implementasi Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien di Klinik Komunitas: Studi Kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.jrdti.2026.4.144Kata Kunci:
keselamatan pasien, manajemen mutu, klinik pelayanan primer, budaya keselamatan, studi kualitatifAbstrak
Keselamatan pasien merupakan komponen utama dalam sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan. Pada tingkat pelayanan kesehatan primer, implementasi sistem keselamatan pasien sering menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, budaya organisasi, kepemimpinan klinik, serta sistem pelaporan insiden yang belum optimal. Klinik komunitas memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen mutu dan keselamatan pasien di Klinik Sekolah Baitul Qurro. Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung dalam penerapan patient safety serta mengeksplorasi pengalaman tenaga kesehatan dalam menjalankan sistem mutu pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi proses pelayanan, serta telaah dokumen mutu klinik. Informan penelitian terdiri dari tenaga kesehatan dan pengelola klinik yang terlibat dalam pelayanan pasien dan pengelolaan mutu. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan struktur organisasi, proses pelayanan, dan outcome keselamatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi keselamatan pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain komitmen pimpinan, ketersediaan standar operasional prosedur, komunikasi antar tenaga kesehatan, serta sistem pelaporan insiden. Keterbatasan sumber daya dan kurangnya pelatihan terstruktur menjadi hambatan dalam implementasi sistem keselamatan pasien secara optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan budaya keselamatan pasien di tingkat pelayanan primer melalui integrasi sistem manajemen mutu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan nilai etika profesional berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Referensi
» click to expand references listAbbas, A. F., & Afifi, A. A. (2021). Pengembangan Kurikulum Moderasi Islam (Wasathiyyah) dan Karakter Muslim Moderat yang Bertakwa di dalam Lingkungan Muhammadiyah. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 2, 7-17.
Abbas, A. F., Eliza, M., & Afifi, A. A. (2024). Worldview Islam dan Sikap Moderasi Muhammadiyah: Dari Dinamika Bermazhab dan Kemajuan Bermanhaj. Perwakilan: Journal of Good Governance, Diplomacy, Customary Institutionalization and Social Networks, 2(2), 49-63.
AHRQ. (2019). Patient Safety Primer. Rockville.
Berwick, D. M. (2002). A user's manual for the IOM's 'Quality Chasm'report. Health Affairs, 21(3), 80-90.
Braithwaite, J., Hollnagel, E., & Wears, R. L. (2015). Resilient health care. Ashgate.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Dixon-Woods, M., Agarwal, S., Jones, D., Young, B., & Sutton, A. (2005). Synthesising qualitative and quantitative evidence: a review of possible methods. Journal of Health Services Research & Policy, 10(1), 45-53.
Donabedian, A. (1988). The quality of care: how can it be assessed? Jama, 260(12), 1743-1748.
Donabedian, A. (2005). Evaluating the quality of medical care. The Milbank Quarterly, 83(4), 691.
Dusuki, A. W., & Abdullah, N. I. (2007). Maqasid al-Shariah, Maslahah, and corporate social responsibility. American Journal of Islamic Social Sciences, 24(1), 25.
Grol, R., Wensing, M., Eccles, M., & Davis, D. (2013). Improving patient care: the implementation of change in health care. John Wiley & Sons.
Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How many interviews are enough? An experiment with data saturation and variability. Field Methods, 18(1), 59-82.
Joint Commission International. (2020). Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals. Illinois.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien.
Labib, M. (2025a). Community Medicine and Neuroscience Explaining the Biological Mechanisms of Art Interventions. AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies, 6(1), 163-169.
Labib, M. (2025b). Integrating Physiology and Health Management in Practice Based On Islamic Medicine.
Labib, M., Afifi, A. A., Suryaalamsah, I. I., Muchlis, A., Hamdini, A., & Sugianto, E. (2025). The Qur'an and Spiritual Healing: Tadabbur as a Modality of Spiritual Medicine in a Psychoneuroimmunological Framework. Journal of Creative Education and Natural Learning, 1, 17-26.
Lt, K. (2000). To err is human: building a safer health system. Institute of Medicine, Committee on Quality of Health Care in America.
Oktavia, Y., Afifi, A. A., Eliza, M., & Abbas, A. F. (2023). Pengembangan TDR-IM Sistem Informasi Manajemen Keuangan Siswa di Pondok Pesantren: Integrasi, Simplifikasi dan Digitalisasi. Journal of Regional Development and Technology Initiatives (JRDTI), 1, 1-15.
Vincent, C., & Amalberti, R. (2016). Safer healthcare: strategies for the real world. Springer.
World Health Organization. (2017). Patient safety: making health care safer.
Unduhan
-
PDF
views: 90
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Mohammad Labib, Inne Indraaryani Suryaalamsah, Abdullah A Afifi

