Islamic Financial Technology (Fintech): Menjembatani Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.58764/j.im.2026.7.233Kata Kunci:
literasi keuangan syariah, fintech syariah, inklusi keuangan syariah, maqashid syariah, tata kelola digitalAbstrak
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan akan Islamic Financial Technology (fintech syariah) sebagai alternatif untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini juga mendeskripsikan faktor-faktor yang menghambat konversi pengetahuan keuangan syariah menjadi penggunaan layanan keuangan formal serta merangkum pilar tata kelola yang bersumber dari literatur dan berorientasi pada Maqashid Syariah untuk mendorong inklusi keuangan yang adil dan berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui penelaahan literatur ilmiah, regulasi, dan laporan resmi yang relevan dengan literasi keuangan syariah, inklusi keuangan, dan perkembangan fintech syariah di Indonesia. Literatur diidentifikasi, diseleksi, diklasifikasikan ke dalam lima dimensi (Tabel 1), dan disintesis secara deskriptif untuk menggambarkan kesenjangan literasi-inklusi, faktor-faktor penyebabnya, serta peluang dan tantangan digitalisasi keuangan syariah. Penelitian ini tidak menerapkan pengodean tematik, pengujian empiris, maupun penyusunan kerangka kerja formal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang substansial antara literasi keuangan syariah dan inklusi keuangan syariah di Indonesia sebagaimana dilaporkan dalam data survei nasional. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan masyarakat belum sepenuhnya terkonversi menjadi pemanfaatan layanan keuangan syariah. Fenomena tersebut dijelaskan melalui konsep symbolic literacy, yaitu kondisi ketika masyarakat mengenal terminologi syariah, tetapi belum memahami akad, risiko, mekanisme operasional, dan manfaat produk secara substantif. Hambatan lainnya meliputi rendahnya transparansi kelembagaan, praktik pseudo-inclusion yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik, keterbatasan infrastruktur digital, dan ketidaksesuaian antara inovasi teknologi dan kesiapan regulasi. Fintech syariah melalui layanan peer-to-peer lending, crowdfunding, dan e-wakaf berpotensi memperluas akses keuangan. Namun, sintesis literatur menunjukkan bahwa optimalisasi perannya membutuhkan empat pilar tata kelola, yaitu regulasi, teknologi, sosial, dan spiritual (Tabel 2), yang didukung edukasi berbasis akad, audit etika algoritmik, perlindungan konsumen, dan kolaborasi komunitas. Kebaruan: Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan konsep symbolic literacy dan pseudo-inclusion sebagai kerangka analitis untuk menjelaskan kesenjangan antara pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan syariah, serta sintesis empat pilar tata kelola fintech syariah yang berorientasi pada Maqashid Syariah. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan regulasi terintegrasi, peningkatan transparansi, edukasi keuangan yang menekankan pemahaman akad, pengawasan etika teknologi, serta pengembangan layanan digital yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, fintech syariah diharapkan tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga mendorong inklusi yang substantif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di Indonesia.
Unduhan
Referensi
» click to expand references listAdiandari, A. M., Arafah, W., Doktoralina, C. M., & Nugroho, L. (2025). Pelita Symbolic Literacy and Sharia Pseudo-Inclusion : A Paradoxical Analysis and TSR-Maqasid Strategy in Indonesia. Pelita Jurnal Penelitian, Terapan Dan Aplikatif, 2(2), 107–121.
Afifi, A. A., Abbas, A. F., & Ismail, I. (2019). Future Challenge of Knowledge Transfer in Shariah Compliance Business Institutions. In International Colloquium on Research Innovations & Social Entrepreneurship (Ic-RISE).
Afifi, A. A. (2025). Shariah Compliance Business Institutions (SCBI): A Research Agenda for the Real Sector. Journal of Regional Development and Technology Initiatives, 3(1), 197-209.
Alwi, M. (2020). Fintech syariah: Teori dan praktik. Jakarta: Rajawali Pers.
Amsari, S., & Anggara, W. (2025). Transformation of Islamic Fintech in Enhancing Financial Inclusion: Digitalization Strategy Based on Maqashid Shariah. Proceeding International Seminar of Islamic Studies, 0(0), 3295–3301. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/insis/article/view/23878
Aritonang. (2025). Press Conference FESyar KTI 2025. Pontianak: Otoritas Jasa Keuangan.
Azi Satriya. (2025). OJK Cirebon dan MES Perkuat Literasi Keuangan Syariah.
Ben Gharbi, H. (2025). Digital Islamic Finance in Indonesia: Challenges and Opportunities From a Public Policy Perspective. International Journal of Islamic Economics and Finance Research, 8(2 December), 212–227. https://doi.org/10.53840/ijiefer237
Budiman, Q., Mouton, S., Veenhoff, L., & Boersma, A. (2021). KEBIJAKAN DAN REGULASI FINTECH SYARIAH DI INDONESIA: KAJIAN LITERATUR ATAS PERAN OJK DAN DSN-MUI DALAM ERA DIGITAL. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(0.1101/2021.02.25.432866), 1–15.
Chapra, M. U. (2000). The Future of Economics: An Islamic Perspective. Leicester: The Islamic Foundation.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
DinarStandard, Elipses, & S. G. (2024). Global Islamic Fintech Report 2024/2025.
Fitriansyah, A., & Nugroho, L. (2025). TRANSFORMATION OF SHARIA FINANCING DECISION-MAKING IN THE FINTECH ERA. 2(1), 26–33.
Fitriyani. (2025). Consumer Preferences and User Behaviour. Islamic Fintech in Indonesia: Between Innovation and Sharia Compliance. Jurnal Al-Mizan, 9(2).
Hanif, M. F., & Fawwaz, M. F. A. (2025). Exploring Fintech Adoption in Islamic Banking: A Systematic Literature Review. El-Qish: Journal of Islamic Economics, 5(2), 144–157. https://doi.org/10.33830/elqish.v5i2.13449.2025
Hasan, H. A., Razaq, A. R., & Sa’aid, H. B. (2025). The challenges of literacy, inclusion, and public trust in the digital Islamic banking ecosystem: An urban context study in Indonesia. 12(1), 199–224. Journal of Islamic Economics Lariba, 12(1), 199–224. https://doi.org/10.20885/jielariba.vol12.iss1.art7
Hijriah, H. Y., Rusgianto, S., Kholidah, H., Herianingrum, S., & Sahiq, A. N. M. (2024). Critical development of Islamic financial technology ecosystem: lesson learned from financial technology literature. Journal of Islamic Accounting and Business Research.
Hiyanti, H. et al. (2019). Potensi fintech syariah di Indonesia.
Ismawati, D. W. (2025). Integrating ESG and Maqashid Syariah Principles in the Islamic FinTech Ecosystem: Developing a Framework for Sustainable Digital Finance. Finance Business, November, 25–27.
Loka, R. D. P., & Purwanti, P. A. P. (2022). the Effect of Unemployment, Education and the Number of Population on the Poverty Level of Regency/City in Bali Province. International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR), 6(2), 1046. https://doi.org/10.29040/ijebar.v6i2.5357
Lutfiah, I. N. (2024). Navigating Between Innovation and Compliance: The Challenges of Sharia Fintech Implementation in Indonesia’s Financial Ecosystem. Demak Universal Journal of Islam and Sharia, 2(03), 211–220. https://doi.org/10.61455/deujis.v2i03.130
Maryani, Ahmadi, Munawar, R. (2024). IMPLEMENTASI MAQASHID SYARIAH DALAM REGULASI FINTECH SYARIAH: ANALISIS YURIDIS-NORMATIF TERHADAP PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA. 2(1), 306–312.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muliana, Nurbaiti, & Muhammad Ikhsan Harahap. (2023). Analisis Pengembangan Fintech Securities Crowdfunding (SCF) Syariah Menurut Pandangan Maqasid Syariah Menggunakan Metode Nvivo. Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah, 6(2), 233–246. https://doi.org/10.25299/syarikat.2023.vol6(2).14116
Muryanto, Y. T. (2023). The urgency of sharia compliance regulations for Islamic Fintechs: a comparative study of Indonesia, Malaysia and the United Kingdom. Journal of Financial Crime, 30(5), 1264–1278. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.1108/JFC-05-2022-0099
Otoritas Jasa Keuangan & Badan Pusat Statistik. (2025). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 [Siaran Pers]. OJK. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-publikasi/siaran-pers/Pages/OJK-dan-BPS-Umumkan-Hasil-Survei-Nasional-Literasi-dan-Inklusi-Keuangan-SNLIK-Tahun-2025.aspx
Rahman, R., Al-suwaidi, A., & Hoffmann, L. (2025). CROSS-BORDER ISLAMIC FINANCE INNOVATION : HARMONIZING MAQASID PRINCIPLES WITH FINTECH REGULATION. 2(5), 270–283.
Said, M. (2023). Optimizing Sharia Fintech for Financial Inclusion in Indonesia in the Digital Era : An Islamic Economic. Journal Page Is Available To, 6(1), 1–16. https://www.researchgate.net/profile/Muhammad-Said-19/publication/392722560_Optimizing_Sharia_Fintech_for_Financial_Inclusion_in_Indonesia_in_the_Digital_Era_An_Islamic_Economic_Perspective/links/684fc7177869fe75c5596127/Optimizing-Sharia-Fintech-for-Fina
Said, M. S., Jumrianti, Sapa, N., & H. Darmawati. (2025). Media Hukum Indonesia (MHI) Islamic Fintech in Indonesia: Between Innovation and Sharia Compliance. Media Hukum Indonesia (MHI), 4(1), 476–485. https://doi.org/10.5281/zenodo.17879875
Shahzadi, K. (2025). FinTech Innovation and Islamic Finance: A Thematic Literature Review. Journal of Islamic Banking Economics and Policy, 2(1), 66–85. https://doi.org/10.63740/eeccex16
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syahputra, A., Kaswinata, K., Tanjung, H., Rahmani, N. A. B., & Dzuljastri, D. (2023). Globalization & Development of Sharia Financial Technology in Indonesia. Jurnal Ilmu Keuangan Dan Perbankan (JIKA), 13(1), 103–114. https://doi.org/10.34010/jika.v13i1.11288
Wirdyaningsih, Karimah, I., Fauzi, F., Syahida, A. Q., Zainuddin, & Zakaria, Z. (2026). Synergy of Sharī͑ah Fintech Regulation and Halal Tourism: Towards a Sustainable Economy Based on Islamic Law. Sriwijaya Law Review, 10(3), 180–199. https://doi.org/10.28946/SLREV.V10I1.4234
Zamzami, Z., & A. (2022). Peran Fintech dalam Pengembangan Wakaf Uang di Indonesia. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 14(2), 143–158.
Zed, M. (2004). Literature review: Langkah awal untuk penelitian ilmiah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yuni Mayanti, Sofyan Abas, Anne Haerany, Abdul Rosid, Lara Aziza Putri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



